...Informasi Macet Terdepan...

Jl. Dr Satrio Serupa Orchard Road?


Jl. Dr Satrio Serupa Orchard Road?   



JAKARTA - Rencana pemprov DKI yang akan mengubah kawasan Mal Ambassador sebagai pusat kawasan bisnis dan perbelanjaan mendapat berbagai tanggapan beberapa kalangan.

Pakar tata kota, Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan ada beberapa hal yang mesti dikaji kembali rencana pemprov DKI ini.

Pertama, ide pembangunan ini sebenarnya murni dari pemprov atau ide kelompok pengusaha. Jangan-jangan rencana itu karena ada kepentingan tersembunyi kalangan.

"Pemprov kan tidak punya uang, mereka hanya punya ide. Jangan sampai ada rencana tata ruang versi Pemprov tapi rencana tata uang versi pengusaha," urai Yayat Rabu, (14/5/2008).

Selama ini sepertinya pemprov selalu memprioritaskan pembangunan yang besar-besar dan menguntungkan pengusaha besar, sedangkan proyek-proyek untuk kepentingan rakyat kecil selalu diabaikan.

"Lihat saja, pembangunan proyek untuk masyarakat kecil seperti pasar kaki lima selalu terhambat, jangan bisanya cuma menggusur," ujar yayat

Kedua, menurut Yayat pembangunan kawasan itu pasti akan berimbas kepada aspek transportasi masal.

"Pembangunan kawasan ini harus terintegrasi dengan system transportasi masal, kawasan kuningan kan saat ini sudah sangat macet. Kalau tidak diiringi dengan penyediaan transportasi yang memadai maka akan dipastikan kemacetan di kuningan dan sekitarnya tidak akan bisa tertanggulangi," urai Yayat.

Hal senada disampaikan pakar transportasi, Darmaningtyas, saat ini kawasan Kuningan sudah sangat padat dengan keberadaan kantor-kantor dan pusat perbelanjaan dan hiburan. Sebab itu, ia menghimbau agar menata lebih dulu kawasan tersebut, sebelum melakukan pembangunan.

"Di sana kan sudah ada Pasar Festival, ITC Kuningan dan sebagainya. kondisinya pun sudah sangat semraut. Jadi ditata saja dulu apa yang ada jangan menambah kesemrawutan yang sudah ada," tegas Darmaningtyas.

Ketiga, dampak lingkungan juga harus menjadi aspek penting untuk dikaji. Yaitu daya dukung air, daya tahan tanah, dan ruang terbuka hijau. "Harus disepakati apakah air yang diambil dari air bawah tanah atau air PAM, ini kan masalah tersendiri. Selain itu harus juga diteliti apakah di kawasan ini ada penurunan tanah atau tidak, dan dengan bertambahnya bangunan secara otomatis ruang terbuka hijau akan berkurang," tambah Yayat.

Oleh karenanya, jika Pemprov akan merealisasikan pembangunan ini, maka semua konsepnya harus jelas. Baik konsep perencanaan, konsep pembangunan, konsep pengelolaan dan konsep lingkungan.

"Foke harus terbuka dan memberikan keterangan kepada masyarakat, jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan dengan proyek ini," tutup yayat.

Sumber: Okezone

Anda dapat mendiskusikan hal ini pada Forum PetaMacet (http://forum.petamacet.com/).