...Informasi Macet Terdepan...

Proses BPKB Elektronik Hanya 8 Menit


Proses BPKB Elektronik Hanya 8 Menit   



JAKARTA - Mengikuti tingginya permintaan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai dampak makin banyaknya volume penjualan kendaraan baru, Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan gebrakan. Yakni dengan memroses BPKB secara elektronik.

Hasilnya, BPKB baru bisa diproses dari entry data hingga rampung dengan hanya butuh waktu 8 menit. Biar tidak bisa dipalsukan, pembuatan BPKB elektronik ini diproteksi 24 security system.

Sistem Barcode
Sejatinya, BPKB sebagai surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor sudah beberapa waktu lalu diproses secara elektronik. Hanya saja, untuk Ditlantas Polda Metro Jaya telah ditambah lagi gebrakan dengan tanda tangan Dirlantas yang tak bisa ditirukan.

"Tanda tangan Direktur Lalu Lintas sebagai tanda pengesahan BPKB itu meski dilakukan secara elektronik tetapi menggunakan bahan tertentu yang tak bisa dipalsukan. Dengan bahan itu, yang keluar tidak seperti tanda tangan umumnya," ujar Komisaris Polisi Iwan Saktiadi, SIk, Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Metro Jaya.

Menurut Iwan, dengan sistem elektronik ini selain lebih cepat juga lebih akurat. Data awal dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang mengeluarkan mobil segera dimasukan di ruang khusus Ditlantas. Tidak perlu repot pengecekan datanya. Sebab menggunakan barcode seperti halnya kasir di mal atau pertokoan.

Setelah itu, data dicek lagi oleh petugas sebelum dilakukan pencetakan. Seluruh proses itu membutuhkan waktu sekitar 8 menit. Hanya saja karena dilakukan secara bersama-sama sekitar 6.000 an pembuatan BPKB baru, pihak Ditlantas menyatakan proses pembuatan BPKB ini dengan motto one day service.

"Kalau dibandingkan dengan sebelum sistem elektronik ini ya jauh banget waktunya. Itu bisa beberapa hari dan ada peluang bisa dipalsukan," lanjut Iwan.

Namun dengan sistem yang sekarang, tak hanya lebih cepat juga sangat kecil kemungkinan bisa dipalsukan. Karena memang ada 24 security system diterapkan untuk pembuatan BPKB yang berukuran 17 x 12 cm dengan lembar kulit berwarna biru tua dan tulisan putih perak serta dibubuhi nomor BPKB itu. Sebelumnya, BKPB itu dilengkapi dengan tanda air (watermark).

Proses pembuatan BPKB Elektronik yang diberlakukan di Ditlantas Polda Metro Jaya merupakan pilot project Polda di Indonesia. Iwan menambahkan bahwa KaKorps Lantas Polri, Irjen Pol. Drs. Joko Susilo akan mengumpulkan Dirlantas dan Kasie BPKB se-Indonesia dalam waktu dekat di Jakarta untuk sosialisasi pembuatan BPKB Elektronik. Dalam jangka waktu tak lama lagi, akan segera diberlakukan secara nasional.


Sumber: otomotifnet.com