...Informasi Macet Terdepan...

Angkutan Umum Tak Lulus Uji Emisi Ditahan


Angkutan Umum Tak Lulus Uji Emisi Ditahan    



Kegiatan uji emisi dan uji petik teguran simpatik terhadap kendaraan bermotor terus dilakukan Pemprov DKI. Pada hari Kamis (22/10) ini kegiatan dipusatkan di depan kawasan Monas di Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Dari 60 kendaraan yang diuji, 18 diantaranya dinyatakan tidak lulus. Kendaraan yang diuji ini terdiri dari 20 angkutan umum dan 40 kendaraan pribadi.

Aksi dalam rangka meningkatkan kualitas udara kota Jakarta ini melibatkan unsur Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, Polda Metro Jaya, dan Dinas Perhubungan.

Petugas gabungan ini menyetop satu per satu kendaraan yang melintas di Jl Medan Merdeka Timur, terutama jenis angkutan umum yang ditengarai belum mengikuti uji emisi kendaraan.

Dari kegiatan ini petugas berhasil menyetop dan melakukan uji emisi terhadap 20 kendaraan jenis bus dan mobil bak terbuka. Hasilnya, 10 bus dinyatakan tidak lulus uji emisi karena emisi gas buangnya antara 53 hingga 95. Bahkan ada satu bus terpaksa ditilang oleh polisi lantaran sopirnya tidak memiliki kelengkapan surat berkendaraan seperti STNK.

Idealnya, ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor roda empat maksimal hanya pada angka 50. Ke-10 kendaraan yang tidak lulus uji emisi ini langsung diberikan surat peringatan agar segera mengunjungi bengkel pelaksana uji emisi yang bekerja sama dengan Pemprov DKI untuk dilakukan perbaikan mesin.

Demikian halnya uji emisi yang dilakukan terhadap 40 kendaraan pribaddi, delapan diantaranya dinyatakan tidak lulus uji karena emisi gas buangnya di atas angka ideal.

Pantuan beritajakarta di lapangan, beberapa bus yang tidak lulus uji emisi ini diantaranya adalah PPD Patas 2 (Cililitan-Kota). Bahkan SIM sopir bus ini ditilang lantaran saat mengemudi tidak melengkapi diri dengan STNK.

Kemudian dua bus milik Daya Sentosa Utama (DSU) P 157 (Senen-Cimone) juga dinyatakan tidak lulus uji emisi. Pasalnya saat diperiksa, kedua bus ini mengeluarkan kepulan asap hitam pekat dan emisi gas buangnya mencapai angka 95. Selain itu ada juga mobil bak terbuka milik PT Toko Bunga Emeris dan PT Toko Gunung Agung, tidak lulus uji emisi.

Beberapa pengemudi, nampak terkejut dan salah tingkah saat kendaraannya distop oleh petugas kepolisian. Mereka mengira akan ditilang karena telah melakukan pelanggaran lalu lintas. Namun setelah dijelaskan bahwa mereka hanya diwajibkan untuk mengikuti uji emisi maka kepanikan mereka langsung pudar.

Seperti diakui Josephine Murti (30), salah seorang warga Cipinang Kebembem, Jakarta Timur yang kendaraannya turut diberhentikan polisi. “Saya langsung berpikir salah saya apa. Tapi karena surat kelengkapan mengemudi beres saya nurut aja. Tapi begitu tahu ada aksi ini (uji emisi-red) saya jadi tenang,” ujarnya.

Setelah dilakukan tes, ternyata mobil pribadi miliknya dinyatakan lulus. Petugas pun langsung memberikan buku dan memasang stiker sebagai tanda telah lulus uji emisi. "Kami sangat mendukung program ini. Apalagi di Jakarta banyak angkutan umum yang mengeluarkan asap hitam, tentu mereka harus diuji emisi juga," lanjutnya.

Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD DKI Jakarta, Ridwan Panjaitan, mengatakan, sejatinya uji emisi ini difokuskan pada kendaraan jenis angkutan umum. Karena selama ini banyak dikeluhkan masyarakat lantaran sering mengeluarkan kepulan asap hitam pekat.

Pihaknya berharap aksi uji petik ini dapat menyadarkan para awak bus maupun pemiliknya, agar lebih memperhatikan kondisi kendaraannya. Setidaknya agar ada perawatan kendaraan secara berkala, sehingga kendaraan tersebut layak untuk dioperasikan di jalanan.

Menurutnya, bagi angkutan umum yang tidak lulus uji emisi, buku KIR akan ditahan dan diserahkan ke Dinas Perhubungan DKI untuk dikenakan tindakan lebih lanjut. Sedangkan untuk mobil pribadi hanya dikenakan surat teguran agar segera ke bengkel pelaksana uji emisi yang memiliki sertifikasi dan bekerja sama dengan Pemprov DKI.

"Saat ini tersedia 238 bengkel pelaksana uji emisi (BPUE) dan 568 teknisi yang telah tersertifikasi di lima wilayah Provinsi DKI Jakarta. Rinciannya 25 BPUE di Jakarta Pusat, 41 BPUE di Jakarta Utara, 48 BPUE di Jakarta Timur, 79 BPUE di Jakarta Selatan, dan 45 BPUE di Jakarta Barat," ungkapnya.

Kepala BPLHD DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan, penerapan uji emisi gas buang kendaraan bermotor dilakukan beberapa tahap yaitu menerapkan uji emisi, zona parkir berstiker, uji teguran simpati dan penegakan hukum uji emisi. "Saat ini, sudah memasuki tahap pelaksanaan uji teguran simpatik," ujarnya.

Menurutnya, rangkaian uji teguran simpati akan dilaksanakan di beberapa ruas jalan yaitu Jl S parman (Jakarta Barat), Jl Kalibata Raya (Jakarta Selatan) dan Jalan Yos Sudarso (Jakarta Utara). Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan uji emisi dan uji petik teguran simpati yaitu penegakan hukum emisi gas buang kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta yang akan diresmikan pada November 2009.

“Ini upaya mendorong masyarakat mau merawat mobilnya supaya gas buangnya bersih sehingga menjadikan udara bersih di kota Jakarta yang sekarang sudah meraih predikat ketiga kota dengan udara bersih,” imbuhnya.


Sumber: Berita Jakarta