...Informasi Macet Terdepan...

Busway Koridor VIII akan Beroperasi 14 Februari


Busway Koridor VIII akan Beroperasi 14 Februari   



Setelah terkatung-katung selama satu tahun, akhirnya busway koridor VIII (Lebakbulus-Harmoni) siap beroperasi mulai Sabtu, 14 Februari 2009. Sayangnya, dua koridor lainnya yang pernah dijanjikan, yakni koridor IX dan X, tidak turut dioperasikan lantaran masih mengalami kendala. Karena itu, Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta baru mengoperasikan satu koridor saja.

Koridor VIII memiliki 17 halte, diantaranya halte Metro Pondok Indah, Simpangan Daan Mogot dan Jalan Panjang. Panjang lintasan Koridor VIII mencapai 26 kilometer. Rutenya meliputi Terminal Lebak Bulus-Jl Ciputat Raya- Jl TB Simatupang-Pasar Jumat-Jl Pondok Indah-Jl Iskandar Muda-Jl Teuku Nyak Arif-Jl Letjen Soepomo-Jl Panjang-Jl Daan Mogot-Jl S Parman- Jl Tomang Raya-Jl Kyai Caringin-Jl Balik Papan-Jl Suryopranoto- Jl Harmoni.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Hendah Sunugroho, mengatakan, BLU Tranjakarta telah memberikan laporan kepada Dinas Perhubungan DKI terkait pelaksanaan pengoperasian busway koriodor VIII pada 14 Februari 2009. "Kepala BLU Transjakarta sudah memastikan Koridor VIII akan dioperasikan 10 hari lagi yaitu pada 14 Februari," ujarnya, Rabu (4/2).

Kendati demikian, layanan angkutan tidak akan berjalan penuh, melainkan hanya setengah rute, yaitu Lebak Bulus-Daan Mogot. "Kalaupun dioperasikan setengahnya, itu bukan berarti tidak ada konektivitas dengan halte-halte di koridor lainnya," kata Hendah. Secara pasti, Dishub DKI dan BLU Transjakarta akan mengoperasikan rute secara optimal dan efisien untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta terhadap transportasi massal yang aman, cepat, dan nyaman.

Untuk kebutuhan armada, Hendah mengatakan, akan mengoptimalkan armada bus yang sudah ada dari Koridor I-VII. Berapa jumlah armada yang digunakan, Hendah meminta menanyakan langsung kepada Kepala BLU Transjakarta Daryati Asrining Rini. "Tanyakan langsung sama dia saja. Dia yang berkompeten untuk menjawabnya," imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI, koridor VIII memerlukan 45 armada yang pengadaannya dilakukan dengan cara lelang. Kemudian Koridor IX memerlukan 97 armada. Sebanyak 41 unit pengadaannya dilakukan melalui lelang sementara 56 unit lain dipenuhi oleh konsorsium. Terakhir, koridor X membutuhkan 64 armada. Sebanyak 27 unit melalui lelang dan 37 unit dari konsorsium.

Sedangkan terkait pemanfaatan bus cadangan untuk ketiga koridor tersebut, kata Hendah, dikhawatirkan bisa membuat headway (jarak kedatangan satu bus dengan bus berikutnya) akan semakin lama. Berdasarkan data, headway rata-rata koridor I Blok M-Kota itu tiga menit, koridor II, III, IV, V dan VII antara lima menit hingga 10 menit, serta khusus koridor VI jurusan Ragunan-Kuningan bahkan hingga 20 menit.

Soal headway, Hendah mengakui masih kesulitan mengaturnya. Karena sepanjang koridor VIII, masih banyak persimpangan jalan, kemacetan dan traffic busway ada yang sejalur dengan bus umum. Akibatnya, susah menentukan headway. Kendati demikian, Dinas Perhubungan DKI akan meminta BLU Transjakarta untuk memikirkan mekanisme agar pengemudi bus dapat menentukan waktu dan jarak dengan tepat. "Seharusnya, antara satu bus dengan bus lain headway-nya 5 menit seperti di Koridor I (Blok M-Kota)," kata Hendah.

Sementara terkait banyaknya sejumlah fasilitas yang rusak, Hendah mengatakan, sejumlah kerusakan kecil yang terjadi di koridor VIII dipastikan tidak akan mengganggu pengoperasian busway di koridor tersebut. "Yang rusak itu infrastruktur kecil seperti separator copot," ujar dia.

Hendah mengatakan, perbaikan infrastruktur akan berjalan seiring dengan pengoperasian armada bus di koridor tersebut. Dishub DKI telah menganggarkan Rp 15 miliar dalam APBD DKI 2009 untuk perbaikan infrastruktur di seluruh koridor, termasuk koridor VIII, IX, dan X. "Permasalahannya anggaran itu belum cair sehingga belum bisa dilaksanakan perbaikan," tukas Hendah.


Sumber: Berita Jakarta